13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa,Melakukan hal yang baik hendaknya selalu didahului dengan Doa dan niat, tidak ada sesuatu yang bermanfaat kecuali didahului dengan niat dan doa yang baik. Sebab segala sesuatu yang telah di niatkan walaupun kita tidak melakukannya namuan kita sudah mendapatkan satu kebaikan yang dinilai ibadah oleh Allah SWT, oleh sebab itu Niatkanlah perbuatan baik dengan niat yang baik pula. Sebab selauin ikhtiar / usaha doa adalah kunci dari sebuah sebuah kesuksesan yang kita lakukan.
Dengan penghambaan dan Doa 13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa yang tulus iklas sesuai dengan firmah Allah SWT dibawah ini:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS. Al Baqarah: 186)
Do’a ibadah adalah memohon 13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa pahala dengan beramal shalih. Seperti mengucap dua kalimat syahadat dan melaksanakan tuntunan-tuntunan dua kalimat syahadat tersebut, shalat, puasa, zakat, haji, menyembelih sembelihan dan bernadzar karena Allah. Di antara ibadah yang disebut ini ada yang tergolong do’a dengan perkataan dan perbuatan seperti shalat. Barangsiapa telah melaksanakan ibadah ini dan ibadah lainnya, maka berarti ia telah berdo’a kepada Allah dan memohon ampunan-Nya dengan perbuatannya itu.
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60)
Kesimpulannya 13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa, ia beribadah kepada Allah karena mengharap pahala dan takut akan azabNya. Jenis do’a seperti ini tidak boleh ditujukan untuk selain Allah. Barangsiapa yang melakukan sebagian dari ibadah ini untuk selain Allah, sungguh ia telah menjadi kafir, yaitu telah keluar dari agama Allah dan termasuk golongan yang disebut dalam FirmanNya,
Dalam sebuah kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasulullah ﷺ berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya : "Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?". Rasulullah ﷺ hanya tersenyum lalu berkata, "Aku akan beritahukan kepada kalian nanti" Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah ﷺ memberikan kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain. Lalu suatu hari para istri Rasulullah ﷺ itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah ﷺ menjawab, "Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya". Kemudian, istri-istri Rasulullah ﷺ itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing. Selain kisah diatas, masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, maka dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka". Rasulullah ﷺ selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka. Baginda Nabi ﷺ juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. "Wahai si pipi kemerah-merahan" adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah istrinya. Dalam kisah lain diceritakan; Aisyah mengatakan, "Orang-orang Habasyah masuk ke dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Rasulullah ﷺ bertanya kepadaku "Wahai Khumaira (panggilan sayang untuk Aisyah yang artinya si pipi kemerah-merahan), apakah engkau ingin meihat mereka?’, Aku menjawab, "Iya". Nabi ﷺ lalu berdiri di pintu, lalu aku mendatanginya dan aku letakkan daguku di atas pundaknya kemudian aku sandarkan wajahku di pipinya. (setelah agak lama) Rasulullah ﷺ pun bertanya, "sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)", aku menjawb, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru", lalu beliau (tetap) berdiri untukku agar aku bisa terus melihat mereka. Kemudian ia bertanya lagi, "sudah cukup", aku pun menjawab, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru". Aisyah berkata, "Sebenarnya aku tidak ingin terus melihat mereka bermain, akan tetapi aku ingin para wanita tahu bagaimana kedudukan Rasulullah ﷺ di sisiku dan kedudukanku di sisi Rasulullah ﷺ " Lihatlah bagaiaman tawadhu-nya Nabi ﷺ untuk berdiri menemani Aisyah menyaksikan permainan orang-orang Habasyah, bahkan beliau terus berdiri hingga memenuhi keinginan Aisyah sebagaimana perkataan Aisyah dalam riwayat yang lain, "Hingga akulah yang bosan (melihat permainan mereka)." Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah ﷺ kepada istri-istrinya yang patut kita teladani dan praktekkan sehari-hari dalam kehidupan berumah tangga. Dan tentunya masih banyak lagi kisah teladan romantisme Rasulullah ﷺ yang lainnya.
Title atau judul Artikel : 13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa
Semoga artikel 13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa dapat menjadi nilai manfaat bagi kita semua,dan jika memang bagus dan berkesan alangkah baiknya untuk share artikel ini di Facebook/ Social media anda yang lain.
Ingatlah pula bahwa do’a adalah sebab utama agar seseorang bisa meraih impian dan harapannya. Sehingga janganlah merasa putus asa dalam berdo’a. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
Do’a adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan. Akan tetapi pengaruh do’a pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang do’anya berpengaruh begitu lemah karena sebab dirinya sendiri. Boleh jadi do’a itu adalah do’a yang tidak Allah sukai karena melampaui batas. Boleh jadi do’a tersebut berpengaruh lemah karena hati hamba tersebut yang lemah dan tidak menghadirkan hatinya kala berdo’a. … Boleh jadi pula karena adanya penghalang terkabulnya do’a dalam dirinya seperti makan makanan haram, noda dosa dalam hatinya, hati yang selalu lalai, nafsu syahwat yang menggejolak dan hati yang penuh kesia-siaan.” (Al Jawaabul Kaafi)
Serta segala hal yang salah kata atau ejakan serta hal-hal yang kurang berkenan sekirnaya sudi untuk meninggalkan komentar diibawah
Serta kami informasiskan bahwa artikel ini kami ambil dari berbagai sember internet baik Google,Bing
Untuk itu kami hanya memaparkan saja dan untuk kajian lebih mendalamnya bisa sodara tanyakan kepada orang terdekat disekitar anda, sekian artikel dari kami.
Ilustrasi
0 Response to "13+ Kisah Ramantis Rosulullah Kepada Istri-istrinya -Mutiara Doa"
Posting Komentar